To Kill a Mockingbird (1962) (Bhs. Indonesia)

Standard

Novel karya Harper Lee ini dipublikasikan pada 11 Juli 1960,  difilmkan Robert Mulligan pada tahun 1962

1

Karya Lee ini mendapatkan penghargaan Pulitzer 1961, atas perhatian pada kemanusiaan dan hak asasi.

.

.

2

Bagian awal ditunjukan dengan suasana kehidupan Alabama di tahun 30an. Film ini sangat cocok untuk penikmat petualangan anak-anak. Ditambah dengan tidak banyak posisi gaya pemgambilan gambar, film ini akan menyuguhkan pemandangan layaknya melihat teather di pangung. 
.
.

MV5BMTY2NTE0MDc0Nl5BMl5BanBnXkFtZTcwOTE1NjcxMw@@._V1._SX291_SY400_Secara umum, film ini menceritakan kehidupan sosial masyarakat Amerika Serikat di era itu. Keluarga yang terpilih untuk diceritakan adalah Finch. Atticus Finch si kepala keluarga diperankan dengan baik oleh Gregory Peck.

Seorang pengacara terhormat di Alabama, yang sedang mewakili seorang terdakwa tuduhan pemerkosaan. Terdakwa adalah seorang kulit hitam atau negro. Pembelaan terhadap orang negro ini mendapatkan tanggapan pro-kontra dari masyarakat. Inilah yang menarik dari film ini, penuh teka teki dan misteri, namun tetap menyuguhkan drama keluarga yang ceria dan mengharukan.
  
Jem Scout Charles
Atticus, diceritakan tinggal bersama dua buah hatinya,  Scout (Marry Badham) gadis berusia 6 tahun, dan Jem (Phillip Aflord) sang kakak. Mereka berdua punya teman & tetangga baru, Charles. Sinematografi film ini tidak ada yang spesial, bisa dikatakan kurang dari standar film baru-baru ini. Memang inilah gaya film di dekade enam puluhan. Tidak banyak gaya sorot kamera, maupun efek suara yang menguatkan cerita. Persis yang dikatakan di atas, ‘bagaikan melihat pertunjukan teater’. Penonton pasti akan cepat bosan, jika tidak fokus dan bertahan pada ceritanya, karena alurnya lambat. Namun penonton tidak akan begitu saja bosan, jika senang mengikuti kemana ketiga bocah ini pergi bermain. Sangat menyenangkan.
.
Sepanjang hari permainan berlangsung gembira ria. Tapi kegembiraan itu seakan terlupa, ketika mereka bertiga bermain ban-gelinding dan Scout yang menggelinding kencang itu berhenti di sebuah rumah tetangga. Namun, apakah mereka paham rumah siapa itu. Mereka hanya tahu penghuninya jarang bersosial. Bisa dikatakan misterius.
Play Rolling Tire
Orang bilang penghuni rumah itu tingginya 6,6 kaki, suka memakan tupai dan kucing yang dijumpai, memiliki luka panjang di wajah, dan bersosok seperti monster mengerikan. Dia adalah Boo Radley, yang diperankan cukup rapi oleh Robert Duvall sang Consigliere di film The Godfather (1972). 
Dimulailah teka-teki yang berujung pada konflik di akhir cerita nanti. Satu persatu misteri akan terkuak, yang ternyata Boo memiliki peran kunci di akhir cerita.
.
Intimidates
Kembali ke Atticus yang sibuk di urusan pengadilan, dimana tuduhan perkosaan dijatuhkan kepada orang negro, Tim Robinson yang diperankan oleh Brock Peters. Urusan ini tidak semudah jika terjadi di zaman sekarang. Di zaman itu masih kuat rasa sentimen terhadap rasisme. Justifikasi umum masih kuat melekat bahwa orang negro itu, tidak bermoral, dan tidak dapat dipercaya’.
.
Ditambah lagi dengan tekanan dari pihak korban (keluarga petani desa) tidak jarang diarahkan kepada Atticus. Bahkan keluarga korban tidak segan mengerahkan rekannya sekampung untuk berkonfrontasi terhadap terdakwa.
Namun Atticus tetap teguh membela Tim, bukan karena ingin menjadi pusat perhatian, tetapi memang berdasarkan keyakinanya, menurutnya Tim tidak cukup bukti untuk dipersalahkan di pengadilan. Selain itu semua manusia pada dasaranya memilki hak yang sama di depan hukum.

Equality before the law

Namun fakta berkata lain, sangat disayangkan masih ada kelas masyarakat yang berpendapat miring terhadap orang-orang negro.

.

.

Mari berpikir sejenak,

1) Dunia bermain anak-anak dan 2) sibuknya pengadilan kelihatanya tidak saling terkait. Namun sepanjang perjalananya, terjadi hal-hal aneh terjadi dan justru saling menguatkan hubungan kedua hal.

  • Peristiwa Pertama . Scout berkelahi dengan teman sekolahnya , Walter, kemudian dilerai Jem sang kakak. Mengetahui lawan berkelahi adalah putra tuan Cunningham, rekanan ayahnya, Jem mengajak nya untuk makan malam di rumah.

4

Malamnya, acara makan berlangsung seru. Walter bertingkah tidak biasa dengan menuangkan sirup ke atas makanan. Mungkin menurut saya ini adegan yang patut dikenang. Nah, langsung Atticus yang bersikap bijak ini meredam suasana.5

Kalau boleh dipikir, dari hal kecil ini, masih kental perbedaan adat antara golongan berdasi dengan golongan petani. Jadi selain ingin menunjukan kentalnya diskriminasi warna kulit, film ini menyiratkan masih kentalnya kesenjangan sosial antara kaum berdasi dengan kaum petani. Sementara perbincangan yang paling menarik saat acara makan ini adalah berburu. Walter menceritakan kegiatan berburu dengan ayahnya, Scout tak mau kalah, meminta Atticus untuk bercerita juga. Selain bercerita, Atticus juga berpesan bahwa suatu saat nanti, boleh berburu apa saja yang diinginkan, tapi ingat jangan sekali-kali membunuh Mockingbird. Ini dikarenakan,

They don’t do one thing but sing their hearts out for us

Mockingbird di ceritakan sebagai burung  yang selalu menebar kebaikan dengan bernyanyi, tidak pernah membuat sarang yang mengganggu, maka kejam sekali jika membunuh sosok tak berdosa itu.

Falsafah yang mengajarkan untuk tidak mendzalimi pihak yang tidak pernah berbuat kerusakan inilah inspirasi film ini. 

  • Kejadian Kedua. Persahabatan Jim dengan Walter ini ternyata membawa  hikmahnya di kemudian hari. Karena setelahnya keluarga korban kasus pemerkosaan, bersama rekan-rekan petani, hendak menyerbu penjara tempat terdakwa ditahan. Kemungkinan besar terjadi konfrontasi.  Namun Atticus sudah siap berjaga di depan penjara. Tak disangka Jim dan Scout penasaran dan malah membuntuti sang ayah. Namun mereka berdua tidak menyangka rekanan petani bakal menyerbu.

6

Saat hampir terjadi ribut, Jim dan Scout muncul tiba-tiba. Secara sadar Scout ingat wajah Tuan Cunningham, ayah Walter. Kemudian diutarakan pertemanan dengan anaknya, serta senang dan berterimakasih atas kunjunganya tempo dulu. Hal ini jelas tidak mengenakan Cunningham. Dia dikarakterkan di film ini, memiliki karakter yang dingin dan tidak suka ada orang memberi pujian, apalagi dihadapan teman-temanya.

7Pihak petani yang seharusnya berseberangan kubu dengan Atticus, eh malah kedapatan salah satu anggota petani menjalin kerjasama baik dengan nya. Coba posisikan menjadi Cunningham, bagaimana rasanya. Dan karena tingkah kurang kerjaan anak-anak inilah, konfrontasi bisa terdam. Jalan ceritanya sampai sini cukup menarik, tidak bosan kan?

  • Peristiwa Ketiga. Cukup aneh, Scout dan Jem tak sengaja menemukan benda-benda unik ketika bermain. Benda itu terdapat di dalam pohon. Saat itu juga, ada bapak tua yang hendak mengubur barang-barang itu di dalam pohon. Benda aneh yang dimaksud adalah dua patung kecil, berwujud anak-anak. Entah mengapa dengan percaya diri Jem menyimpulkan patung itu adalah sosok mereka. Kemudian mengingat pohon itu ada di depan rumah Boo, dan bapak yang mengubur itu juga tinggal di rumah Boo, apa benang merah semua ini ?

boo1boo2boo 3

  • Kalau menebak benda ini tidak ada hubunganya dengan Boo, kenapa bapak tua ini menguburnya ?
  • Kalau menebak benda ini adalah milik Boo, apa hubungan dengan Scout & Jem ? Apakah mereka dalam bahaya mengingat reputasi Boo yang kurang baik ?
  • Di sela-sela kesibukan Atticus, sangat mungkin lengah, apakah anaknya mungkin akan mendapat bahaya seperti di atas ?
  • Apakah pembelaan Atticus berhasil membebaskan Tim di pengadilan ? Apakah pihak petani menerima keputusan pengadilan ?
  • Siapakah yang sebenarnya yang diumpamakan sebagai sosok Mockingbird di film ini?

“Sosok yang selalu berbuat hal tetapi bukan kerusakan, dan tak pantas dia didzalimi”

Trivia

court

Bahkan dalam pengadilan, masih ada kursi yang berbeda kelas. Kulit putih di bawah, kulit hitam di atas. Lantas apa gunanya Amandemen ke 13 Konstitusi Ameria Serikat, tentang penghapusan budak ?

Bisa juga disimak di film Lincoln.

Cast & Crew

Gregory Peck Gregory Peck
John Megna John Megna
Frank Overton Frank Overton
Rosemary Murphy Rosemary Murphy
Ruth White Ruth White
Brock Peters Brock Peters

More –>

Award

  • IMDB RATING : 8.4
  • Academy Awards, USA 1963
Won
Oscar
Best Actor in a Leading Role
Gregory Peck
Best Writing, Screenplay Based on Material from Another Medium
Horton Foote

Horton Foote was not present at the awards ceremony. Alan J. Pakula, the film’s producer, accepted the award on his behalf.

Best Art Direction-Set Decoration, Black-and-White
Alexander Golitzen
Henry Bumstead
Oliver Emert
Nominated
Oscar
Best Picture
Alan J. Pakula
Best Actress in a Supporting Role
Mary Badham
Best Director
Robert Mulligan
Best Cinematography, Black-and-White
Russell Harlan
Best Music, Score – Substantially Original
Elmer Bernstein
  • CANNES F.F. 1963        : Gary Copper Award.
  • GOLDEN GLOBE 1963  : Best Film Promoting Interlational Understanding, Best Actor –  Drama, Best Score.

More–>

How To Watch

Buy / Rent / StreamPeer

If you like this review, support me. If you like the movie, support them.

Art

to_kill_a_mockingbird_xlgTo Kill a Mockingbird

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s